Sejarah Dan Fakta Unik Hari Sumpah Pemuda

0
7
Sumpah Pemuda
Sejarah dan fakta Hari Sumpah Pemuda

Indoissue – Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Tanggal 28 Oktober adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Sumpah Pemuda diperingati setiap 28 Oktober berdasarkan Keppres No. 316 Tahun 1959.

Berikut  ini fakta-fakta unik dan menarik tentang Hari Sumpah Pemuda (SP):

1. Ikrar Sumpah Pemuda Dicetuskan Pada Kongres Kongres Pemuda II

Ikrar Sumpah Pemuda pertama kali dicetuskan dalam Kongres Pemuda II di Batavia yang dilaksanakan selama dua hari, tiga kali rapat. Kongres Pemuda ini digagas oleh Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, sebagai kelanjutan dari Kongres Pemuda pertama pada tahun 1926. Untuk mewujudkan cita-cita berdirinya negara Indonesia.

Kongres Pemuda II hari pertama, yakni hari Sabtu tanggal 27 Oktober 1928, dilangsungkan di Lapangan Banteng (kini termasuk wilayah Jakarta Pusat), tepatnya di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB).

Rapat kedua pada 28 Oktober 1928 dilaksanakan di Gedung Oost-Java Bioscoop. Sedangkan rapat ketiga di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat. Tepat 28 Oktober 1928, para peserta Kongres Pemuda II bersepakat merumuskan dan mengikrakan tiga janji yang kemudian disebut sebagai Sumpah Pemuda.

2. Ikrar Sumpah Pemuda di Rumah Orang Tionghoa

Ikrar Sumpah Pemuda dibacakan di Gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat merupakan asrama pelajar milik peranakan Cina bernama Sie Kok Liang. Gedung itu kini diabadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda.

3. Peserta dari Barat & Timur Indonesia

Kongres Pemuda II di Batavia dihadiri oleh para perwakilan organisasi pemuda dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur dari berbagai latar belakang. Ada Mohammad Yamin, misalnya, yang datang dari ranah Minangkabau atau Sumatera Barat. Sementara itu, dari belahan timur Indonesia ada Johannes Leimena, kelahiran Ambon, Maluku. Ada pula Raden Katjasungkana dari Madura, atau Cornelis Lefrand Senduk mewakili organisasi pemuda Sulawesi.

4. Dirumuskan Oleh Mohammad Yamin

Ditulis oleh Mohammad Yamin pada sidang ketiga Kongres Pemuda II. Rumusan ini awalnya tidak berjudul yang kemudian diberikan judul Sumpah Pemuda setelah beberapa hari kongres dilaksanakan.

5. Ditulis Dengan Ejaan Ophuijsen

Saat ini, teks SP telah disesuaikan dengan ejaan baru. Namun, saat pertama kali dibuat, teks Sumpah Pemuda menggunakan ejaan Ophuijsen yang berbunyi sebagai berikut:

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini