Sekjen PKP Klaim Jokowi Sepakat Pemilu Serentak Digelar April 2024

0
41
Jokowi
Joko Widodo

Indoissue.com – Presiden Jokowi  dikabarkan telah menyepakati penyelenggaraan Pemilu serentak pada bulan April 2024.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Said Salahudin usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu Pagi ( 22/9).

Said mengatakan, Presiden Jokowi juga akan membahas jadwal Pilkada serentak 2024 dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Ia mengaku pihaknya telah diundang ke Istana untuk membahas kehadiran presiden pada acara pelantikan Dewan Pimpinan Nasional PKP pada 24 September mendatang.

“Dia telah mengkonfirmasi kehadirannya,” katanya. Sebagai partai pendukung nonparlemen, Said menilai PKP benar-benar didukung dan diapresiasi tinggi oleh Kepala Negara. Jokowi dua kali bertemu dengan pengurus partai yang dipimpin Yussuf Solichien itu pada bulan lalu.

Sebab, di tengah padatnya jadwal tersebut, Presiden masih mau menyempatkan diri berbicara dengan kami dua kali sebulan. “Pertemuan pada upacara peresmian akan menjadi yang ketiga pada bulan September”.

Suatu kehormatan bagi PKP. Hal ini membuat kami lebih aktif dalam mendukung dan mengawasi program-program pemerintah,” jelasnya.

Dalam pertemuan di Istana Bogor itu, Presiden didampingi Sekretaris Negara Pratikno. Sementara itu, Pembina DPN PKP yang hadir antara lain Ketua Umum Yussuf Solichien, Sekjen Said Salahudin, Wakil Presiden Aslizar Tanjung, Bendahara Umum Ellen Sukmawati dan Sekretaris Dewan Rully Soekarno.

“Presiden sudah sepakat dengan PKP bahwa pemilu tetap dilaksanakan pada April 2024. Presiden akan memanggil Mendagri untuk membahas mengenai hal tersebut,” ujar Said Salahudin.

Selain masalah waktu, Said mengatakan, Presiden Jokowi juga sepakat bahwa partai-partai politik nonparlemen bisa mengikuti verifikasi faktual untuk menjadi peserta Pemilu Serentak di 2024.

“Presiden setuju dengan PKP yang menjadi Peserta Pemilu di 2024, parpol nonparlemen tidak perlu mengikuti verifikasi faktual, atau cukup lolos administrasi saja,” pungkasnya. [WK]

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini