Survei Indikator: Kepuasan Publik Terhadap Jokowi Turun, Berdampak Elektabilitas PDIP Anjlok

0
97

Indoissue – Elektabilitas PDIP menurun seiring merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), sementara Gerindra justru naik.
Hal itu diungkap oleh Indikator Politik Indonesia lewat survei 30 Juli-4 Agustus 2021 yang dirilis kemarin, Rabu (25/8).

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan tingkat kepuasan terhadap Jokowi turun sekitar 5 persen sejak April. Di saat yang sama, elektabilitas PDIP turun sekitar 3 persen ke angka 24,4 persen.

“PDIP meskipun peringkat pertama, tapi turun dibanding bulang April. Bulan April angkanya 27. Salah satu penjelasannya adalah approval terhadap pemerintah waktu survei dilakukan akhir Juli sampai awal Agustus memang sedang turun kata Burhanuddin dalam konferensi pers soal hasil survei secara daring, Rabu.

Dampak serupa juga dialami sejumlah partai politik pendukung Presiden Joko Widodo. Elektabilitas Golkar turun 0,7 persen ke angka 9 persen. Elektabilitas PKB juga turun sekitar 1 persen ke angka 8,2 persen.

Sementara itu, pada saat yang sama partai rival PDIP dalam dua Pilpres terakhir yang kini notabene rekan koalisi pemerintah, Gerindra justru mengeruk untung. Dari survei terbaru Indikator Politik Indonesia itu, elektabilitas Gerindra naik dari 9,8 persen menjadi 12,8 persen dalam empat bulan terakhir.

“Saat tren kepuasan pemerintah menurun, justru Gerindra elektabilitasnya meningkat. Satu penjelasannya tadi adalah di memori publik Gerindra itu belum dianggap sebagai partai pendukung pemerintah,” tutur Burhanudin.

Keuntungan juga didapatkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra yang juga menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto. Elektabilitas Prabowo meningkat dari 19,3 persen menjadi 26,2 persen.

“Meskipun Pak Prabowo secara formal telah masuk pemerintah, tetapi persepsi publik masih dianggap sebagai tokoh yang berada di luar,” tutur Burhanuddin.

Indikator Politik Indonesia menggelar survei ini terhadap 1.220 responden pada 30 Agustus-4 September. Survei ini memiliki toleransi kesalahan kurang lebih 2,9 persen, sedangkan tingkat kepercayaan 95 persen.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini