Sabtu, Oktober 16, 2021

Tokoh NU Kritik Pernyataan Pangkostrad Dudung

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman mendapat Kritik oleh tokoh Nahdatul Ulama (NU) salah satunya dari anak dari KH Maimun Zubair yakni, KH Wafi Maimun Zubair yang menilai pernyataan Dudung telah melampaui batas

“Pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung yang menyatakan semua agama benar adalah pernyataan yang melampaui batas, karena Tuhan tidak pernah membenarkan semua agama,” kata Gus Wafi di Jakarta, pada Rabu (15/9/2021).

Tokoh NU tersebut lebih mengingatkan kepada para pejabat negara untuk berhati-hati berbicara di depan publik, apalagi harus membawa nama Tuhan.

“Karena pesan dari Tuhan tidak disampaikan secara sembarangan dan lewat orang sembarangan. Tapi melalui kitab suci dan rasul utusan,” ucap Gus Wafi.

Ungkapan membenarkan semua agama itu menyakiti perasaan umat beragama karena dalam setiap agama membenarkan ajaran agamanya serta mencontohkan bagaimana umat beragama memahami agamanya.

“Pernyataan yang membenarkan semua agama benar malah menyakiti umat beragama, karena dalam setiap agama membenarkan ajaran agamanya. Sepertinya dalam Kristen yang meyakini hanya Yesus yang bisa menjadi juru selamat, dan dalam Islam hanya kaum Muslimin yang bisa mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW, begitu juga agama lain,” ulas Gus Wafi.

Dalam perkara ini sebagai pejabat Letjen Dudung harus meluruskan pernyataannya, karena apa yang disampaikan bisa menyesatkan pemahaman prajurit TNI, dengan memberi contoh semua agama benar dimata negara dan bukan Tuhan.

“Misalkan mengganti dengan kalimat semua agama benar di mata negara, atau kalimat lain yang lebih pas. Dikhawatirkan apa yang disampaikan komandan dalam doktrin TNI sesuatu yang pasti benar dan tidak pernah salah,” ujar Gus Wafi.

lebih lanjut Gus Wafi meminta untuk masalah toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia sudah banyak yang mengurus dan lebih baik Letjen Dudung fokus terhadap tugasnya, bukan malah mengurusi masalah agama.

“Sehingga TNI tidak perlu khawatir, dan bisa lebih fokus menjaga pertahanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Senada dengan pernyataan Gus Wafi Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI, KH M Cholil Nafis menjelaskan dalam bingkai NKRI tidak masalah menyamakan semua agama.

“Nah, dalam bingkai NKRI kita tak boleh menyalahkan agama lain apalagi menodai. Toleransi itu memaklumi bukan menyamakan,” tulisnya pada akun media sosial pribadinya.
.
Lebih lanjut KH M Cholil Nafis mengingatkan yang sama jangan dibeda-bedakan apalagi dipertentangkan dan yang memang beda jangan disama-samakan.

“Namun kita tetap harus saling memaklumi dan menghargai. Begitulah makna toleransi yang saya pahami,” ujarnya. (PR)

Terbaru

Harapan Baru yang Tenggelam, 11 Siswa MTs Harapan Baru

Indoissue.com - Jumat (15/10/2021) malam menjadi hari yang bersejarah bagi MTs Harapan Baru Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Namun...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com