Sabtu, Oktober 16, 2021

Untuk Menyegarkan Hubungan, Militer Amerika Serikat dan Indonesia Gelar Latgab

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Untuk menyegarkan hubungan militer Amerika Serikat dan militer Indonesia, digelar Latihan Gabungan (Latgab) dengan nama “Gema Bhakti 21 (GB21)” di Jakarta.

Pesertanya adalah setingkat Ketua, Kepala Staf Gabungan (Joint Chiefs of Staff/CJCS) di seluruh matra pada militer di kedua negara.

Latihan gabungan antara Komando Indo-Pasifik AS (U.S. Indo Pacific Command/USINDOPACOM) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang digelar selama delapan hari itu, dirancang untuk meningkatkan perencanaan dan proses gabungan di level staf operasional dalam merespons krisis.

Selain itu, latgab ini juga bertujuan untuk terus meningkatkan hubungan militer yang positif, menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan, meningkatkan pemahaman budaya, serta menambah kemampuan komando dan kontrol prajurit dalam menghadapi situasi krisis.

Dalam latgab yang merupakan iterasi kesembilan dari program Gema Bhakti –yang punya arti “Gema Perbuatan Baik” ini, USINDOPACOM dan TNI membuat perencanaan untuk sebuah skenario yang tidak hanya melibatkan pasukan militer AS dari seluruh matra dan TNI, namun juga melibatkan komunitas sipil dan kemanusiaan, seperti Program Pangan Dunia PBB (UN WFP), Kantor Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (The United States Agency for International Development/USAID) untuk Bantuan Bencana Asing, serta Palang Merah.

Sekitar 40 personel dari USINDOPACOM dan Antar-Lembaga AS, 30 personel TNI, dan perwakilan tambahan dari organisasi non-militer turut ambil bagian dalam latgab tersebut.

Tak hanya itu, sekitar 20 anggota Garda Nasional Hawaii mendukung iterasi GB21 ini, yang berkolaborasi dengan TNI, pada lokakarya desain operasional pendahulu.

“Latihan tahun ini menyegarkan kembali hubungan antara TNI dan militer AS, terutama di tengah pandemi Covid-19 dan semua mitigasi yang diterapkan,” kata Brig. Jend. Stephen F. Logan, Wakil Ajudan Jenderal Garda Nasional Hawaii.

Variabel skenario diambil dari peristiwa bersejarah

“Pengalaman yang diperoleh selama latihan di atas meja yang berfokus pada transfer dari penegakan perdamaian ke pemeliharaan perdamaian sangat tidak ternilai. Dalam sembilan tahun terakhir, Latihan Gema Bhakti telah berkembang dan meningkat dalam kompleksitasnya. Gema Bhati menggabungkan latihan staf dengan berbagai skenario,” tambah Stephen F. Logan.

Latihan tahun ini melibatkan negara fiksi yang mengalami ketidakstabilan di wilayah perbatasannya yang juga membuat negara-negara sekitarnya tidak stabil.

Namun, variabel skenario diambil dari peristiwa bersejarah yang pernah benar-benar terjadi di dunia nyata.

Latgab ini berfokus pada perencanaan dan koordinasi yang terkait dengan Operasi Penegakan Perdamaian dan Operasi Pemeliharaan Perdamaian, termasuk juga Keamanan Laut (Marine Security/MARSEC), penanggulangan ancaman transnasional, dan Bantuan Kemanusiaan/Tanggap Bencana (Humanitarian Assistance/Disaster Response/HA/DR)).

Dalam latihan tersebut, TNI dan USINDOPACOM dapat dipastikan menang dalam pertempuran.

TNI dan USINDOPACOM menggelar latgab selama delapan hari di Jakarta. Variabel skenario diambil dari peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di dunia nyata.

Ditutup Asops Panglima TNI

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayor Jenderal TNI Syafruddin menutup kegiatan latihan bersama staf TNI dan United States Indo-Pacific Command (USINDOPACOM) Gema Bhakti 2021 di sebuah hotel di kawasan Kuningan Jakarta pada Selasa (28/9/2021) lalu.

Dalam pidatonya, Syafruddin mengatakan atas nama Panglima TNI ia ucapkan selamat atas keberhasilan latihan seperti yang sudah direncanakan bersama tersebut.

Pada hari terakhir pelaksanaan Latihan Staf Gema Bhakti 2021 tersebut, kata dia, sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan pertemuan, diskusi, dan pemecahan masalah yang sangat bermanfaat bagi seluruh peserta latihan.

Terbaru

Kereta Cepat JKT-BDG Pakai APBN, Said Didu: Lima Kali Lebih Bahaya dari Korupsi

Indoissue.com - Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung tengah menjadi sorotan belakangan ini. Pasalnya pembangunannya bakal memakai Anggaran...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com