Selasa, Desember 7, 2021

Upah Minimum 2022 Hanya Naik 1,09 Persen, Pengusaha Anggap Sudah Adil, Buruh: Lebih Buruk dari Zaman Orde Baru

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue.com – Pemerintah akhirnya menetapkan upah minimum tahun 20022 yang naik hanya 1,09 persen.

Para pengusaha yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung keputusan pemerintah.

Namun kalangan buruh menolak, karena dinilai jauh dari angka sejahtera, dan juga lebih buruk dari zaman Orde Baru sekalipun.

Bagi kalangan pengusaha, kenaikan tersebut sudah adil.

Sebab, sudah mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang kemudian diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Mendukung sepenuhnya penerapan PP Nomor 36 (tentang pengupahan), di mana PP tersebut menurut pandangan kami adalah formula (kenaikan upah minimun 2022) sudah paling adil karena di situ ada faktor rata-rata konsumsi rumah tangga,” ujar Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, Selasa (16/11/2021).

Selain itu, Haryadi menilai, kenaikan sebesar 1,09 persen juga mempertimbangkan tingkat pengangguran terbuka, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu kata dia, formula yang digunakan pemerintah dalam penetapan upah minimum 2022 sudah tepat.

Buruh menolak upah minimum 2022

Berbeda dengan pengusaha, kalangan buruh menolak keputusan tersebut sudah sesuai ketentuan dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Terbaru

Legislator Demokrat Kabupaten Pati Buka Kompetisi Sepakbola KU 21

IndoIssue - Legislator Partai Demokrat dari Kabupaten Pati, Joni Kurnianto melakukan tendangan pertama komeptisi sepakbola KU 21 di lingkungan...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com