Vanuatu Serang Indonesia Lakukan Pelanggaran HAM

0
50
Sidang Umum PBB
Sidang Umum PBB

Indoissue.com – Vanuatu melalui perwakilannya rutin menyerang Republik Indonesia soal Hak Asasi Manusia di Papua pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Serangan yang dilakukan Republik Vanuatu rutin dilakukan setiap tahunnya bahkan tahun.

Melalui Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman Weibur masih menyinggung soal pelanggaran HAM di Papua.

“Pelanggaran HAM terjadi luas di seluruh dunia, masyarakat Papua Barat terus menderita pelanggaran HAM,” katanya dalam pidatonya di Sidang PBB, Minggu (26/9/2021).

“Forum Pasifik dan pemimpin ACP diantara pemimpin lainnya telah meminta pemerintah Indonesia untuk mengizinkan kantor Komisi Hak Asasi Manusia PBB, lanjutnya,

“Untuk mengunjungi Papua Barat dan memberikan penilaian independen,” ujarnya.

Namun menurut Bob progresnya masih sedikit saat ini, dia berharap komunitas internasional serius melihat isu ini dan menanganinya secara adil.

Pidato Bob dibantah oleh Diplomat Indonesia Sindy Nur Fitry. Bahkan mempertanyakan pemahaman Vanuatu tentang hak asasi manusia (HAM).

“Vanuatu mencoba membuat dunia terkesan dengan apa yang di sebut kepedulian terhadap HAM, ujarnya

tapi kenyataanya versi HAM mereka dipelintir dan tidak menyebut tindakan teror yang tidak manusiawi dan keji yang dilakukan kelompok separtasi bersenjata,” lanjutnya.

Bahkan menurut Sindy, Vanuatu membantu mengadvokasi Gerakan separatisme dengan kedok keprihatinan terhadap hak asasi manusia.

Vanuatu juga terus berulang kali mencoba mempertanyakan status papua sebagai bagian dari Indonesia.

Menurut Sindy ini melanggar tujuan dan prinsisp piagam PBB dan bertentangan dengan Deklarasi Prinsip Hukum Internasional Tentang Hubungan Persahabatan dan Kerjasama antar negara.

“Kami tidak bisa membiarkan pelanggaran terjadi berulang kali terhadap piagam PBB ini berlanjut di forum,” katanya.

Berikut rangkuman serangan terhadap pemerintahan Indonesia.

2020

Perdana Menteri Vanuatu, Bob Loughman lewat pidatonya kembali menyinggung persoalan Hak Asasi Manusia di Papua.

Pidato Loughman ini ditanggapi oleh Diplomat perwakilan Indonesia Silvany Austin Pasaribu,

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini