Sabtu, Oktober 16, 2021

Warganet Twitter Kompak Cuitkan #SayNoToPDIP

Must Read
IndoIssue.com adalah media online yang fokus pada berita politik nasional, daerah dan internasional, serta menyuarakan opini & aspirasi melalui suara netizen.

Indoissue – Sejak Jumat (27/8/2021) pagi tadi, ‘warga Twitter’ kompak mengungkapkan penolakannya terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dengan secara bersamaan menaikkan tagar #SayNoToPDIP. Ungkapan penolakan netizen oposisi terhadap partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri itu diutarakan dengan beragam sentimen dan narasi.

Hasil pantauan Indoissue, Tagar yang dinaikkan sejak pukul 07.00 pagi tersebut, dicuitkan akun-akun berfollowers besar yang kerap menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi, yang dianggapnya sudah tidak lagi sejalan dengan Nawacita Jokowi.

Misalnya saja, saat Jokowi mengusung point ke-4 Nawacita yang menginginkan penegakan hukum secara adil tanpa pandang bulu, termasuk berjanji akan memperkuat lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun kenyataannya berbeda 180 derajat, di mana Jokowi dianggap warganet malah terlibat dalam proses pelemahan KPK, didukung oleh partai koalisi pendukung pemerintah, termasuk PDI Perjuangan.

Alih-alih memberantas korupsi, PDI Perjuangan yang menjadi partai terbesar pengusung Presiden Jokowi, dianggap warganet malah menjadi parpol yang paling banyak ‘menyumbang’ kadernya sebagai koruptor.

“Indonesia akan lebih aman, adil dan sejahtera tanpa PDIP. Karena PDIP itu Sarang Penjahat dan Koruptor. #SayNoToPDIP,” cuit akun @DayatPondok yang memiliki 10 ribu followers.

Kekecewaan warganet terhadap PDI Perjuangan tidak hanya itu, pengangkatan mantan narapidana korupsi Emir Moeis sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pupuk Indonesia sejak Februari 2021, dinilai warganet sebagai sebuah pengkhianatan terhadap reformasi.

“Tersesat banget koruptor diangkat @erickthohir jd komisaris #SayNoToPDIP #SayNoToPDIP koruptor pahlawan devisa partai…❓” cuit akun @Toni17250685.

Senada dengan Toni, akun @JalanAnOnym7 yang berpengikut ribuan pun dengan lugas menyebut PDI Perjuangan sebagai parpol yang kadernya memiliki jejak koruptif –termasuk pelaku korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) yang ditujukan untuk Rakyat yang tengah menghadapi kesusahan akibat pandemi.

“Siapa Nama Koruptor Dari PDIP…??? Yg paling fenomenal ya si Harun masiku. 🤣
Emak lampir jg hebat gk d tangkep. Puan juga sempet kena notif tp lolos.
Dah the best lah PDIP. Emg paling hebat untuk mencetak generasi terkorup di negeri ini. #SayNoToPDIP #SayNoToPDIP,” cuit akun @JalanAnOnym7.

Akun-akun simbol perlawanan kelompok oposisi seperti @Stevaniehuangg yang memiliki 93.300 pengikut, terpantau gencar sekali memainkan tagar #SayNoToPDIP.

Melalui cuitannya, @Stevanihuangg menyatakan, “Bukan hanya #SayNoToPDIP doang sih , klao pink mah Say No buat Partai2 yg berkoalisi dgn Pemerintah .. 😉”.

Karena dianggap menjadi parpol yang malah menyumbang berbagai persoalan-persoalan kebangsaan di negara tercinta Indonesia, akun @RadjaDjawa yang memiliki 15.200 pengikut menyarankan, “Bagaimana Jika Indonesia Tanpa PDIP ?? #SayNoToPDIP,” cuitnya.

Sejak diluncurkan, tagar #SayNoToPDIP telah dicuitkan sebanyak 33.300 kali, dan sempat menduduki posisi 4 besar. Dan hingga berita ini ditayangkan, tagar #SayNoToPDIP masih terus digulirkan.

Melalui tagar #SayNoToPDIP, warganet mengungkapkan dengan jelas, apa saja yang sudah dilakukan kader-kader PDI Perjuangan.

Tidak percaya? Letakkan tagar #SayNoToPDIP pada mesin pencari di akun Twitter Anda. Selamat menikmati!! (DP)

Terbaru

Faisal Basri: Salah Kaprah Negara Turunkan Angka Pengangguran

Indoissue.com - Dalam sebuah acara diskusi bertajuk "CORE Media Discussion: Waspada Kerugian Negara dalam Investasi Pertambangan" yang digelar Selasa...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com