Warganet Twitter Kompak Cuitkan #SayNoToPDIP

0
91

Indoissue – Sejak Jumat (27/8/2021) pagi tadi, ‘warga Twitter’ kompak mengungkapkan penolakannya terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dengan secara bersamaan menaikkan tagar #SayNoToPDIP. Ungkapan penolakan netizen oposisi terhadap partai yang dikomandoi oleh Megawati Soekarnoputri itu diutarakan dengan beragam sentimen dan narasi.

Hasil pantauan Indoissue, Tagar yang dinaikkan sejak pukul 07.00 pagi tersebut, dicuitkan akun-akun berfollowers besar yang kerap menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintahan Jokowi, yang dianggapnya sudah tidak lagi sejalan dengan Nawacita Jokowi.

Misalnya saja, saat Jokowi mengusung point ke-4 Nawacita yang menginginkan penegakan hukum secara adil tanpa pandang bulu, termasuk berjanji akan memperkuat lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun kenyataannya berbeda 180 derajat, di mana Jokowi dianggap warganet malah terlibat dalam proses pelemahan KPK, didukung oleh partai koalisi pendukung pemerintah, termasuk PDI Perjuangan.

Alih-alih memberantas korupsi, PDI Perjuangan yang menjadi partai terbesar pengusung Presiden Jokowi, dianggap warganet malah menjadi parpol yang paling banyak ‘menyumbang’ kadernya sebagai koruptor.

“Indonesia akan lebih aman, adil dan sejahtera tanpa PDIP. Karena PDIP itu Sarang Penjahat dan Koruptor. #SayNoToPDIP,” cuit akun @DayatPondok yang memiliki 10 ribu followers.

Kekecewaan warganet terhadap PDI Perjuangan tidak hanya itu, pengangkatan mantan narapidana korupsi Emir Moeis sebagai komisaris PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pupuk Indonesia sejak Februari 2021, dinilai warganet sebagai sebuah pengkhianatan terhadap reformasi.

“Tersesat banget koruptor diangkat @erickthohir jd komisaris #SayNoToPDIP #SayNoToPDIP koruptor pahlawan devisa partai…❓” cuit akun @Toni17250685.

Senada dengan Toni, akun @JalanAnOnym7 yang berpengikut ribuan pun dengan lugas menyebut PDI Perjuangan sebagai parpol yang kadernya memiliki jejak koruptif –termasuk pelaku korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) yang ditujukan untuk Rakyat yang tengah menghadapi kesusahan akibat pandemi.

Kirim Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini