TKN: Anak Muda Percaya Prabowo Bisa Jamin Penegakan Hukum Sesuai Jalur

Indoissue.com – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai paling mampu perjuangkan penegakan hukum di Indonesia.

 

Bukan tanpa alasan, Koordinator Tim Kampanye Nasional (TKN) Pemilih Muda (Fanta) Klaster Hukum, Andi Ryza Fardiansyah mengungkapkan, Prabowo adalah satu-satunya capres yang menjabat sebagai ketua umum partai. Tentunya Prabowo memegang kendali penuh atas kebijakan politik partainya dan minim intervensi.

 

“Kalau kita bicara penegakan hukum, reformasi birokrasi, yang paling bisa menjamin hukum itu tegak adalah orang yang paling kecil peluang intervensinya,” kata Andi dalam acara Kongko Fanta Law Jelang Debat Pilpres: Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme yang digelar di markas TKN Fanta, Jakarta, Senin (11/12/2023)

 

Senada, Caleg DPRD DKI Jakarta Osco Olfriady Letunggamu mengatakan, penegakan hukum erat kaitannya dengan proses pembuatan undang undang di DPR.

 

Sebagai ketua umum parpol yang membawahi fraksi-fraksi di DPR, Osco menyebut Prabowo punya wewenang utuh untuk mengawal supaya penegakan hukum dapat berjalan on the track.

 

“Pak Prabowo adalah satu-satunya capres yang juga ketua umum. Beliau bukan petugas partai. Jika beliau jadi presiden, maka beliau bisa garansi penegakan hukum. Karena produk hukum itu dibahas di legislatif. Di sana ada fraksi yang merupakan representasi dari partai. Siapa bosnya fraksi, ya ketumnya,” ucap Osco.

 

“Kita ingin capres yang bisa menjamin penegakan hukum. Saya yakin Pak Prabowo merupakan ketum partai besar yang tudak punya ruang untuk diintervensi,” lanjut Oso.

 

Sementara itu, pengacara sekaligus akademisi Muhammad Rizal Rustam mengatakan, anak-anak muda punya peran besar dalam mengawal proses penegakan hukum di Tanah Air.

 

Hal itu tampak pada fenomena ‘perang tagar’ di lini masa media sosial dalam mengawal sejumlah isu hukum, salah satunya seperti revisi UU KPK.

 

Rizal menilai, ada fenomena ketidakpercayaan anak muda kepada kinerja aparat penegak hukum. Sebagai solusi, Prabowo-Gibran menawarkan gaji tinggi untuk aparat penegak hukum agar bekerja profesional dan tidak korupsi.

 

“Ini yang harus dilihat dalam prespektif hukum, ada ketidakpercayaan anak muda terhadap aparat penegak hukum. Dan saya melihat ada harapan di Pak Prabowo,” ucap Rizal.

 

Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengumpulkan sejumlah aktivis 98 jelang debat capres-cawapres yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (12/12/2023).

 

Tema debat pilpres perdana yakni terkait hukum, hak asasi manusia (HAM), pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi.

 

Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, mengatakan dikumpulkannya aktivis 98 ini berkaitan dengan salah satu tema dari debat capres-cawapres yaitu hak asasi manusia (HAM).

 

“Pasti akan muncul pertanyaan karena setiap 5 tahun sekali. Setiap Pak Prabowo ikut pilpres dikaitkan dengan masa lalu Pak Prabowo. Hubungan masa lalu Pak Prabowo dengan Pak Budiman Sudjatmiko,” ujar Nusron Wahid dalam jumpa pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

 

Salah satu aktivis 98 yang juga tergabung dalam TKN Prabowo-Gibran sebagai Anggota Dewan Pakar, Budiman Sudjatmiko, menyatakan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan isu-isu 25 tahun telah diselesaikan secara politik dan hukum.

 

Secara politik, Budiman menjelaskan Prabowo pernah menjadi cawapres Megawati pada pemilu 2009.

 

“Artinya, pihak-pihak yang sekarang ini menjadi kompetitor kita dalam demokrasi juga pernah melakukan rekognisi, pengakuan bahwa tidak ada masalah dengan Prabowo secara politik,” kata Budiman di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Kebayoran Baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Anang Hermansyah Dianggap Rusak Kesakralan Laga Timnas, Dede Yusuf Soroti Panpel PSSI

IndoIssue - Kehadiran musisi Anang Hermansyah & friends selepas laga sepakbola kualifikasi Piala Dunia 2026 babak kedua Tim Nasional...