Yoyok Sukawi Dukung Pemerintah Memberantas Judi Online yang Marak di Kalangan Pelajar

IndoIssue – Anggota Komisi X DPR RI, Yoyok Sukawi, mendukung langkah pemerintah dalam memberantas judi online di Indonesia.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, legislator Partai Demokrat ini mengaku prihatin dengan maraknya judi online di kalangan pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, pemerintah memang harus tegas dalam memberantas judi online di Tanah Air.

“Sebagai anggota Komisi X, saya mendukung pemerintah untuk memberantas judi online. Yang bikin prihatin tentu banyaknya pelajar atau mahasiswa yang juga bermain taruhan secara online. Seperti beberapa waktu lalu pelajar di Ngawi nekat mencuri motor untuk bermain judi online. Ini efek negatifnya panjang karena pelajar bisa melakukan tindak kriminal hanya untuk judi online,” ujar Yoyok Sukawi di Semarang, Sabtu (15/6).

Yoyok Sukawi juga berharap instansi pendidikan dan para orang tua dapat melakukan kontrol dan edukasi terhadap para pelajar terkait judi online. “Kampus, sekolah, hingga orang tua juga harus berperan aktif untuk mengedukasi putra putrinya. Kontrol dan awasi. Supaya fenomena judi online tidak meluas,” lanjut Yoyok Sukawi.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga telah menyampaikan bahwa pemerintah sudah menutup 2,1 juta situs judi online. Hal ini disebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk memberantas dan memerangi kegiatan ilegal tersebut. “Pemerintah juga terus secara serius memberantas dan memerangi perjudian online, dan sampai saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online sudah ditutup,” kata Jokowi dalam keterangannya yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (12/6/2024).

Yoyok menambahkan bahwa selain tindakan tegas dari pemerintah, diperlukan upaya kolaboratif antara berbagai pihak untuk menangani masalah judi online ini. “Ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi juga tugas kita semua, termasuk para pendidik dan orang tua. Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya judi online,” tambahnya.

Dalam hal ini, sekolah dan kampus harus mengintegrasikan pendidikan tentang dampak negatif judi online ke dalam kurikulum mereka. “Pendidikan yang baik tentang bahaya judi online perlu disampaikan secara intensif di lingkungan pendidikan. Ini akan membantu para pelajar dan mahasiswa memahami risiko dan konsekuensi dari kegiatan tersebut,” jelas Yoyok.

Yoyok juga mengusulkan adanya program-program yang melibatkan komunitas dan organisasi non-pemerintah untuk mendukung kampanye anti-judi online. “Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan organisasi non-pemerintah, kita dapat memperluas jangkauan kampanye ini dan membuat masyarakat lebih sadar akan bahaya judi online,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah yang tegas dan kolaboratif ini, Yoyok Sukawi yakin bahwa masalah judi online yang marak di kalangan pelajar dan mahasiswa dapat diatasi dengan efektif, sehingga generasi muda Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Persib Bandung Awali Piala Presiden 2024 dengan Kemenangan 2-0 atas PSM Makassar

IndoIssue - Persib Bandung mengawali kampanye mereka di Piala Presiden 2024 dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas PSM Makassar. Pertandingan...