Belum Genap Sebulan Jadi Menteri, AHY Sudah Terima Penghargaan

Indoissue.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberikan penghargaan kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Kementerian yang kini sedang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu dianggap punya kinerja sangat baik dalam penyelesaian masalah tenaga honorer.

 

“Yang terhormat Pak Agus Harimurti Yudhoyono, salah satu kementerian yang nanti akan mendapatkan apresiasi karena penyelesaian tenaga honorer atau non-ASN yang cukup bagus,” ucap Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas dalam Rakornas Persiapan Pengadaan ASN 2024, di Jakarta, Kamis, (14/3/2024).

 

Selain Kementerian ATR/BPN, penghargaan serupa juga diberikan kepada Provinsi Aceh, Kabupaten Bandung, Banyuwangi dan Palembang. Instansi dan Pemda itu mendapatkan penghargaan atas komitmen dalam pemenuhan kebutuhan ASN dan penataan tenaga non-ASN berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

 

Terlihat, AHY datang langsung untuk menerima penghargaan tersebut. Dalam sambutannya, ia bersyukur dan berterima kasih kepada Menteri ATR sebelumnya, Hadi Tjahjanto.

 

Menurut AHY, penghargaan ini merupakan hasil jerih payah menteri yang dia gantikan.

 

“Saya bersyukur. Saya sebagai menteri baru mengapresiasi apa yang telah dilakukan Menteri ATR sebelumnya yang telah bekerja keras,” ucap dia.

 

AHY pun mengatakan akan melanjutkan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di kementeriannya. Dia mengatakan ada dua hal yang akan dia tekankan soal peningkatan SDM ini, yaitu kapasitas dan integritas.

 

“Seharusnya tak harus memilih antara kapasitas dan integritas, tetapi kalau ada yg harus didahulukan integritas penting,” tegasnya.

 

Sebagaimana diketahui, pemerintah saat ini tengah berupaya menyelesaikan masalah tenaga honorer di Indonesia. Pada 2023, pemerintah resmi menghapus status tenaga honorer dari nomenklatur pegawai pemerintahan di Indonesia. Penghapusan status itu dikhawatirkan bakal membuat jutaan tenaga honorer terkena PHK massal.

 

Untuk menghindari hal tersebut, pemerintah dan DPR telah menyepakati solusi. Solusi itu adalah mengangkat tenaga honorer menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

 

Pengangkatan tersebut salah satunya akan dilakukan pada seleksi CASN 2024. Pemerintah menargetkan ada sekitar 1,7 juta honorer yang diangkat menjadi PPPK melalui mekanisme CASN tahun ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Pengamat: Prabowo Berperan di Balik Suksesnya Bantuan ke Gaza

Indoissue.com - Pengamat militer sekaligus Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan Prabowo Subianto berperan...