Menangkan Prabowo di Jateng, PPIR Bersatu Bersama Rakyat

Indoissue.com – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jateng Kukrit Suryo Wicaksono memberikan dua alasan memenangkan Capres dan Cawapres Nomor 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka saat menggelar Konsolidasi dan Istighosah bersama Koordinator Pemenangan Kecamatan Se Jateng atau Akar Rumput Hijau di Aula Pondok Pesantren Asshodiqiyah Semarang, Kamis (25/1/2024).

 

Kukrit memberi alasan salah satunya pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 adalah putra yang asli dari Jawa Tengah. Kedua, satu-satunya Capres dan Cawapres yang memiliki konsen lebih pada generasi penerus bangsa.

 

“Pak Prabowo keturunan Banyumas, sementara mas Gibran asli Solo. Beliau berdua ini memikirkan anak-anak cucu kita, gizi dan kecerdasannya melalui program makan siang dan susu gratis serta gizi yang terbaik untuk anak cucu kita,” ujar Kukrit SW dihadapan 400an pendukung Capres 02 yang terdiri dari para Koordinator Pemenangan Tingkat Kecamatan Se-Jawa Tengah bersama 140 Pengurus dan Anggota Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PIR) yang hadir dipimpin Laksma TNI Purn A Bambang Pratiknyo SE MM yang kesehariannya menjabat Tim Aksi Politik (TAP) Kabupaten Demak.

 

Kukrit SW mengatakan Jawa Tengah menjadi salah satu kunci pemenangan Prabowo – Gibran. Oleh karena itu, Kukrit SW mengajak segenap elemen masyarakat Jawa Tengah untuk mendukung dan memenangkan Prabowo – Gibran.

 

Melalui kepemimpinan Prabowo dan Gibran kelak, ia ingin masa depan bangsa Indonesia, khususnya generasi muda akan tumbuh semakin lebih baik. Dijelaskan saat ini ada 20 persen generasi milenial di Jateng yang belum menentukan pilihan presiden. Kukrit SW menyebut, tiga pekan lalu survei Prabowo – Gibran di Jateng masih kalah 16 persen dari salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

 

“Tapi per Minggu kemarin kita hanya ketinggalan 0,7 persen, tinggal sedikit lagi. Insyaallah Minggu depan, pasangan Capres-Cawapres 02 sudah menang di Jateng,” imbuhnya.

 

Sementara Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu) yang juga Dewan Pembina Pusat TKN Prabowo-Gibran, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA yang hadir mengatakan, 90 persen warga Nahdlatul Ulama mendukung pasangan Capres-Cawapres Nomor 02, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.

 

KH Asep merinci, 90 persen kaum Nahdliyyin yang mendukung Prabowo – Gibran terdiri dari berbagai badan otonom NU, seperti Muslimat, Ansor – Banser, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) dan Pergunu tingkat kecamatan se Indonesia.

 

“Di Indonesia ini jumlah warga Nahdlatul Ulama sebanyak 59 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Jadi suara NU ini bisa dibilang sangat menentukan untuk memenangkan Prabowo-Gibran,” ujar KH Asep.

 

Menurutnya kiprah NU dalam berjuang dan mengawal pembangunan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah tidak diragukan lagi.

 

“Kita tak memungkiri, setiap saat ketika bangsa Indonesia menghadapi ancaman, maka sudah menjadi sunnatullah (hukum alam) NU akan ikut turun membantu,” ungkap KH Asep.

 

“Berbagai macam ancaman, baik tingkat domestik maupun global. Misalnya ada kemungkinan terjadi disintegrasi, ancaman ideologi bangsa, dan lainnya, maka NU pasti akan ikut hadir membela agama, nusa, dan bangsa,” terangnya.

 

Hal senada diungkapkan Laksma TNI (Purn) A Bambang Praktiknyo, SE MM bahwa Prabowo menjadi Presiden adalah figur yang tepat dihadapkan pada potensi ancaman dan pengaruhnya di masa depan.

 

“Potensi ancaman tidak saja yang ada di dalam negeri, melainkan juga imbas dari problematika dunia internasional. Prabowo merupakan figur yang mendunia, memiliki pengalaman dan approach terhadap dunia luar, jadi ini merupakan bekal yang baik untuk memimpin Indonesia ke depan,” ujar Purnawirawan Perwira Tinggi TNI AL yang kini menjadi Barisan Pendukung Prabowo Presiden RI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Sambung Rasa Reforma Agraria Summit 2024, 1 Dekade Reforma Agraria di Indonesia

Indoissue.com - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Penataan Agraria menggelar Reforma Agraria...